Project Information

  • Category: Survey
  • Client: PT PLN (Persero)
  • Project date: 2021

Survey Row Transmisi 150kV

1. PENDAHULUAN

Untuk mendukung pasokan Daya listrik dan menjaga keandalan sislem kelistrikan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan mendapat tugas untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur di bidang penyaluran tenaga listrik. Salah satunya dengan mernbangun jaringan transmisi SUTT 150 kV.

Saat akan dimulainya pekerjaan stringing/penarikan konduktor, perlu diperlukan ruang bebas di sepanjang jalur SUTT (ROW). Untuk itu perlu dilaksanakan pemetaan koridor ROW serta menginventarisasi luas tanah, bangunan, tanam tumbuh serta kepemilikan tanah, bangunan yang berada di jalur ROW tersebut sebagai dasar untuk melaksanakan rencana pemberian kompensasi.

Metoda yang digunakan untuk pemetaan koridor ROW adalah foto udara drone terkontrol oleh GCP (Ground Control Point). Keuntungan metoda ini selain lebih efisien dibandingkan metoda teristris juga kita mempunyai data foto terbaru sebagai kontrol inventarisasi tanaman dan bangunan.

Gambar Ruang Bebas SUTT 150 KV

Metodologi pelaksanaan pekerjaan digambarkan dengan Flow Diagram sebagai berikut.

2. PEMBUATAN PETA DASAR ROW

Metoda pembuatan peta dasar menggunakan foto udara Drone dan dikontrol oleh GCP. Di lapangan GCP berbentuk Premark dari plastic. Koordinat GCP diukur menggunakan motoda pengukuran GPS RTK dan diikatkan ke Titik Kontrol Nasional.

Selanjutnya dilakukan pemotretan udara menggunakan pesawat udara tanpa awak.

Pengolahan data drone dan GCP dilakukan dengan menggunakan software Agisoft.

Hasil peta dasar ROW dibuat per span yaitu area antara dua tower.

Sepanjang batas ROW kiri dan kanan dan pada centerline dibuat rencana patok batas ROW dengan jarak antara 40 – 50 meter dan berada pada area yang aman bukan perairan atau bangunan. Koordinat patok batas dan centerline ini diberi nomor dan dicantumkan koordinatnya.

3. SURVEY ROW

Pekerjaan survey ROW terdiri dari 3 kegiatan, yaitu:

  • Pematokan Batas ROW dan Centerline
  • Pematokan Batas Lahan
  • Survey Tanam Tumbuh dan Bangunan

Pematokan batas ROW dan Centerline dilakukan dengan cara stake out koordinat yang telah ditentukan pada peta dasar ROW. Alat yang digunakan adalah GPS RTK. Warna patok ROW dibedakan, kanan berwarna biru dan kiri berwarna kuning.

Pematokan batas lahan dilakukan bersama dengan pemilik lahan dan disaksikan oleh aparat desa dan pemilik lahan yang bersebelahan. Setelah pematokan batas lahan kemudian dilakukan pengukuran patok batas lahan dengan menggunakan GPS RTK. Hasil pengukuran digambarkan pada peta bidang dan dibuat per span, yaitu area antara dua buah tower.

Tahap terakhir adalah survey tanam tumbuh dan bangunan sepanjang area ROW. Untuk tanam tumbuh dicatat jenis, ukuran dan jumlah tanaman pada setiap bidang tanah, termasuk juga luas dan kondisi bangunan.

4. PENEBANGAN POHON

Setelah proses survey ROW selesai dan juga proses pembayaran kompensasi lahan, tanaman dan bangunan yang terlewati oleh jalur SUTT selesai maka dilakukan penebangan pohon sepanjang ROW. Foto ROW yang sudah bebas dari tumbuhan hasil penebangan.